Dan Pada Hari Itu Kamu Akan Dihalau ......
“KULLU NAFSIN DZAA-IQOTUL MAUT”
Setiap jiwa, setiap yang bernyawa itu pasti akan mati
(QS 21:Al-Anbiyaa';35)
Malaikat-malaikat turun dari langit untuk mencabut ruh-mu
membawa nyawamu
ketika engkau sedang lalai di dunia
saat engkau sedang lengah
[sekali-kali jangan...]
"apabila nafas seseorang telah mendesak sampai ke kerongkongan
dan dikatakan kepadanya
'siapakah yang dapat menyembuhkan?'
dan dia yakin
bahwa sesungguhnya
itulah waktu perpisahan dengan dunia"
(QS 75: Al-Qiyaamah; 26-28)
"dan bertaut betis kiri dengan betis kanan" (QS 75:Al-Qiyamah;29)
saat anda terbaring terbujur kaku
saat anda terbaring kaki-kaki anda sudah mulai dingin
"kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau" (QS 75: Al-Qiyaamah;
30)
-------------------------
Kallaa idza balaghatittaraaqiya; waqiilaman raaaq (Ingatlah!, kata Allah.
Ketika sudah
sampai di tenggorokan nafasmu; dan siapa yang saat itu akan menolongnya? QS.
Al
Qiyamah : 26-27)
wadzonna annahulfiraaaq (dan ia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu
perpisahannya
dengan dunia; QS. Al Qiyamah : 28)
Waltaffatissaaqu bissaaq (dan bertaut betis kiri dengan betis kanan; QS 75:Al-
Qiyamah;29)
Kallaa idza balaghatittaraaqiy; Waqiila man raaaq; (Ingatlah!, kata Allah.
Ketika sudah
sampai di tenggorokan nafasmu; dan siapa yang saat itu akan menolongnya? QS.
Al
Qiyamah : 26-27)
wadzonna annahul firaaaq (dan ia yakin bahwa
sesungguhnya itulah waktu
perpisahannya dengan dunia; QS. Al Qiyamah : 28)
Waltaffatissaaqu bissaaq; ilaa Rabbika yaumaidzinilmasaaaq (dan bertaut betis
kiri
dengan betis kanan; kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau; QS
75:Al-Qiyamah 29-30)
"man Robbuk?"...Siapa Robb mu?
"man Robbuk?"
“Wa maa diinuk?” ... apa agamamu?
“Wa maa diinuk?”
“Wa maa taqul, wa maa taqul fi hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?" ...
apa jawabanmu
jika ditanyakan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini? ”
dan itu semua...pasti terjadi
--
transkrip jeda rodjatv
--------------------------------------
Awal Perjalanan Hidup Sesungguhnya!
Bismillah,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam riwayat dari al- Bara’
bin ‘Azib:
“Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila dia menghadap kematian
dan
meninggalkan dunia, turunlah para malaikat kepadanya, seakan-akan
wajah-wajah
mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan kapur barus dari surga,
dan
duduk di hadapannya
sepanjang mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut hingga dia duduk di
sisi
kepalanya seraya berkata: “Wahai ruh yang baik, keluarlah engkau kepada
ampunan
Allah dan keridhaan-Nya”.
Beliau Shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan kisahnya: “Maka keluarlah ruh
tersebut,
mengalir bagaikan aliran air dari bibir ceret (tempat air minum). Kemudian
malaikat maut
pun mengambil ruh tersebut. Dan ketika mengambilnya dia tidak membiarkannya
di
tangannya, bahkan mereka langsung mengambil dan memasukannya ke dalam kafan
dan
kapur barus yang mereka bawa. Keluarlah dari jiwa tersebut wewangian yang lebih
harum
dari misik yang terbaik di muka bumi ini”.
Beliau Shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan:
“Kemudian mereka membawa naik ruh
tersebut ke atas. Tidaklah melewati sekelompok malaikat, kecuali mereka
berkata: “Ruh
siapakah yang harum ini?” Mereka menjawab: “Fulan bin Fulan”. Mereka
menyebutkan
dengan sebaik-baik nama yang dia dipanggil dengan nama tersebut di dunia
sampai
berakhir di pintu langit. Dan mereka minta untuk dibukakan untuknya, maka
dibuka-kanlah
pintu langit untuknya. Seluruh penduduk langit dari kalangan malaikat yang
didekatkan
mengantarkan ruh tersebut ke langit yang berikutnya. Demikianlah seterusnya
sampai
berakhir pada langit yang di atasnya Allah beristiwa’. Allah pun berfirman:
“Tulislah
catatan hamba-Ku di ‘Illiyin….”
Adapun tentang orang kafir Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam
bersabda:
“Sesungguhnya ketika orang kafir akan mati, turun kepadanya malaikat-malaikat
dari
langit dengan wajah-wajah yang hitam.
..Mereka membawa kain kafan, dan duduk sejauh
mata memandang. Kemudian
datanglah malakul maut dari sisi kepalanya seraya berkata: “Wahai jiwa
yang jelek
keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya. Maka berpencarlah ruh itu
di
seluruh jasadnya (menolak untuk keluar –pent.) Kemudian dicabutlah ruhnya
seperti
dicabutnya duri dari bulu- bulu wol yang basah. Setelah (ruh itu) diambil,
tidak dibiarkan di
tangannya sekejap mata pun, hingga diletakkannya di kafan tadi yang
mengeluarkan bau
yang paling busuk di muka bumi. Kemudian mereka naik membawa ruh tersebut.
Tidaklah
mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mereka berkata: “Siapakah ruh
yang jelek
ini?” Mereka menjawab: “Fulan bin Fulan” dengan disebutkan sejelek-jelek nama
yang dia
dipanggil di dunia sampai berakhir ke akhir langit dunia dan meminta untuk
dibukakan
langit, tetapi tidak dibukakan untuknya. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam
membacakan ayat Alllah Subhanahu wata’ala:
…لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى
يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ… ]الأعراف: 40[
…sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak
(pula) mereka
masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum… (al-A’raaf: 40)
Kemudian Allah berfirman: “Tulislah catatannya di Sijjin di bumi yang paling
rendah”. Kemudian dilemparkan ruhnya dengan satu lemparan, kemudian Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam membacakan ayat Allah Subhanahu wata’ala:
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ
الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ… ]الحج: 31[
…Barangsiapa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia seolah-olah jatuh
dari langit
lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh…
(al-Hajj: 31)
Maka kembalilah ruhnya ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat
mendudukannya
seraya bertanya: “Siapakah Rabb-mu?”. Ia menjawab: “Haah… haah…
aku tidak tahu".
Keduanya bertanya lagi: “Siapakah orang yang diutus kepadamu?” Ia menjawab:
“Haah…
haah… aku tidak tahu”.
Maka dikatakan oleh penyeru dari langit: “Dia berdusta. Hamparkanlah hamparan
dari neraka,
dan bukakanlah pintu ke neraka”. Maka sampailah kepadanya hawa
panas api neraka…
. (HSR. Imam Ahmad , Abu Dawud, Hakim, Nasa’i, Ibnu Hibban,
dan Ibnu Majah)
Dikutip dari bulletin Manhaj Salaf, Edisi: 56/Th. II, tgl 28 Shafar 1426 H.
Bertaubatlah sekarang..
Krn Rabb kita telah berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah
kalian putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang (az-Zumar: 53)
::Indahnya Islam, bagi kaum yg berpikir::
Sumber: BC ust Abu Zuher Elshiraz